Kota Bandung, (OBOR GANAPKOR). Seminar nasional kebangsaan telah diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum. Kegiatan ini digagas oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (HIMA PKnH) FKIP Unpas dengan menghadirkan tiga narasumber. Penyelenggaranya ; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan (Unpas) menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertema “Pancasila Sebagai Simpul Kebangsaan untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Hak Asasi Manusia”. Kegiatan ini digelar di Aula Mandalasaba Ir. H. Djuanda, lantai 8 Kampus II Unpas Tamansari, Selasa (20/1/2026). Nara sumber tersebut yakni Sekretaris Jenderal DPP GNP Tipikor RI Heri Santo Boaz, anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang, serta Guru Besar Universitas Pasundan sekaligus Ketua YPDM Pasundan Prof. Dadang Mulyana.
Narasumber lain Rafael Situmorang menilai bahwa perubahan sosial di Indonesia harus dimulai dari generasi muda dengan menjunjung nilai-nilai Pancasila. “Sejarah perubahan Indonesia, dari Sumpah Pemuda hingga Reformasi 1998, selalu dimulai oleh pemuda. Maka saat ini pun perubahan harus dimulai dari pemuda,” ujarnya. Menanggapi isu hak asasi manusia, Heri Santo Boaz menyampaikan bahwa pelanggaran HAM masih kerap terjadi di Indonesia. “Kejahatan HAM masih banyak terjadi dan penanganannya sering dianggap dibiarkan angin lalu,” jelasnya. Ia menegaskan nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan utama bagi para pejuang HAM.Kegiatan seminar kebangsaan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Pasundan, khususnya FKIP, dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, bela negara, dan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa dan pelajar di lingkungan Pasundan.
Dalam pemaparannya, Prof. Dadang Mulyana menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara melalui nilai serta etika yang berakar pada budaya Sunda. Ia menyebutkan terdapat delapan filosofi Sunda yang dapat dijadikan pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Ada delapan filosofi Sunda yang bisa dijadikan pegangan dalam berkebangsaan dan bela negara,” ujar Prof. Dadang. Bagi orang Sunda, agar kita mampu hidup dengan berpegang kepada nilai nilai Pancasila cukup menjalani filosofi filosofi kesundaan yang menjadi budaya Indonesia. Dengan cinta budaya Sunda, bahasa Sunda itu membuktikan kita cinta tanah air Indonesia. Di setiap lembaga pendidikan Pasundan, selalu ditanamkan cinta Pancasila, bela negara dan budaya Sunda yang menjadi bagian budaya nasional. Seminar Kebangsaan ini adalah komitmen Unpas khusus FKIP Unpas sebagai kampus atau lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai nilai Pancasila. **(BHS-002, PUD-007; Presi. SK-008 & AKK -009)**
